fbpx

Sebelum Beli Rumah, Yuk Kenali 4 Jenis Sertifikat Rumah dan Properti

4 Jenis Sertifikat Rumah dan Properti. Manusia merupakan salah satu makhluk hidup yang memiliki banyak sekali kebutuhan. Tak hanya makan dan minum, manusia juga membutuhkan rumah, pakaian, uang, dan masih banyak yang lainnya. Namun salah satu kebutuhan yang membutuhkan banyak biaya adalah rumah dan properti. Untuk mendapatkan rumah bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari membeli secara tunai atau cicilan. Selain itu, konsep cicilan juga beragam, mulai dari cara atau konsep konvensional hingga syariah seperti properti syariah.

4 Jenis Sertifikat Rumah dan Properti

Manusia merupakan salah satu makhluk hidup yang memiliki banyak sekali kebutuhan. Tak hanya makan dan minum, manusia juga membutuhkan rumah, pakaian, uang, dan masih banyak yang lainnya. Namun salah satu kebutuhan yang membutuhkan banyak biaya adalah rumah dan properti. Untuk mendapatkan rumah bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari membeli secara tunai atau cicilan. Selain itu, konsep cicilan juga beragam, mulai dari cara atau konsep konvensional hingga syariah seperti properti syariah.

4 Jenis Sertifikat Rumah dan Properti Serta Arti Properti Syariah

Properti syariah saat ini sudah mulai banyak diminati karena konsep yang digunakan sangat jelas. Konsep yang satu ini juga dikenal dengan KPR Syariah yang merupakan skema pemilikan rumah dengan akad-akad yang sesuai dengan syariah. Konsep pembayaran jenis ini sangat berbeda dengan cara konvensional karena yang digunakan adalah akad, bukan menggunakan skema bisnis sehingga pembelian rumah bisa langsung dilakukan tanpa menggunakan pihak ketiga.

Itulah sedikit ulasan tentang properti syariah. Setelah itu, mari berlanjut mengulas tentang 4 jenis sertifikat rumah dan poperti yang paling umum. Berikut 4 jenis sertifikat rumah dan properti:

A. Sertifikat Hak Milik atau SHM

Sertifikat Hak Milik adalah jenis sertifikat kepemilikan secara penuh atas hak lahan dan/tanah yang dimiliki oleh pemegang sertifikat. SHM merupakan jenis sertifikat kepemilikan yang paling kuat dan penuh. Selain itu, SHM juga bisa dialihkan, baik itu dengan cara dijual, dihibah, atau bahkan diwariskan. Dengan adanya SHM, maka pihak lain tidak memiliki hak apapun untuk ikut campur atas kepemilikan tanah atau lahan. Kelebihan lain pada SHM adalah tanah dengan sertifikat SHM hanya bisa dimiliki oleh WNI (Warga Negara Indonesia).

B. Sertifikat Hak Guna Bangunan atau SHGB

4 Jenis Sertifikat Rumah dan Properti

Sertifikat Hak Guna Bangunan atau yang juga sering dikenal dengan HGB merupakan hak seseorang untuk mendirikan dan memiliki bangunan di atas tanah milik orang lain. Pemilik tanah tersebut bisa pemerintah, perorangan, atau bahkan badan hukum. Perlu diketahui bahwa SHGB sendiri bisa berlaku hingga 30 tahun dan jika ingin memperpanjang maka bisa dilakukan hingga batas waktu 20 tahun. Sama seperti hal lain, SHGB juga memiliki kelebihan dan kekurangan.

Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh SHGB adalah dana yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Selain itu, peluang usaha pada jenis sertifikat kepemilikan ini cukup besar serta bisa dimiliki oleh WNA atau Warga Negara Asing. Seperti yang sudah disebutkan bahwa SHGB juga memiliki kekurangan yaitu jangka waktunya yang terbatas dan tidak bebas.

C. Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun atau SHSRS

Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun merupakan jenis sertifikat yang dimiliki oleh pemilik rumah vertikal atau rumah susun (apartemen) yang dibangun di atas tanah dengan kepemilikan bersama. Jenis SHSRS memiliki beberapa karakteristik, salah satunya adalah hak milik atas satuan rumah susun memiliki sifat perorangan dan terpisah serta terdapat kepemilikan bersama pada lahan parkir atau taman.

Selain itu terdapat strata title yang merupakan sistem pembagian tanah dan bangunan dalam satuan unit dan jangka waktu yang dimiliki strata title mengikuti status tanah tempat rumah susun tersebut berdiri. Jika misalnya status yang digunakan adalah HGB, maka semua orang pemilik strata title pada masa akhir haknya harus memperpanjang SHGB tanah secara bersama-sama. Namun jika yang dimiliki status tanah adalah SHM, maka bangunan tersebut hanya boleh dimiliki oleh WNI.

D. Girik atau Petok

4 Jenis Sertifikat Rumah dan Properti

Pada jenis terakhir ini sebenarnya bukan administrasi desa dan bukan sertifikat kepemilikan tanah. Perlu diketahui jika girik atau petok memiliki fungsi untuk menunjukkan penguasaan atas lahan dan keperluan perpajakan. Terdapat beberapa hal yang tercantum pada surat girik atau petok, seperti nomor, luas tanah, dan pemilik hak, baik itu karena jual beli atau waris. Pada umumnya surat ini harus disertai dengan Akta Jual Beli atau Surat Waris.

Itulah sedikit ulasan tentang 4 jenis sertifikat rumah dan properti serta arti properti syariah. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :

5 Tips Ini Bisa Bantu Kamu Beli Rumah

Investasi Passive Income Syariah Apartemen De KOST Di Bogor

Copyright @Kubusproperty